Rabu, 08 Februari 2012

IPA Kelas 6, Ciri Khusus Pada Hewan

Semua makhluk hidup tinggal di bumi. Bumi terdiri darii bermacam-macam keadaan lingkungannya. Misalnya, pegunungan, pantai, gurun, dataran rendah, dan lautan, begitu juga suhunya berbeda-beda, ada sejuk, panas bahkan dingin. Kondisi lingkungan tempat hidup makhluk hidup dipengaruhi adanya siang dan malam serta pergantian musim. Hewan dan tumbuhan hidup dengan mempunyai ciri-ciri khusus agar dapat tetap hidup, dengan menyesuaikan kondisi lingkungannya. Ciri-ciri khusus tadi digunakan oleh makhluk hidup untuk dapat hidup di lingkungannya. Pernahkah kalian mengamati mengapa unta kuat hidup di daerah gurun yang panas?, Pohon jati meranggas ketika musim kemarau tiba?, tumbuhan eceng gondok yang bisa hidup di air sedangkan ada beberapa tumbuhan lain yang sukar hidup di daerah basah. Apa hubungan ciri-ciri khusus yang dimiliki makhluk hidup dengan kondisi lingkungannya?

Ciri-ciri  khusus yang terdapat pada hewan:



Kelelawar
Kelelawar merupakan mamalia yang dapat terbang, tinggal di gua-gua maupun di pohon-pohon yang tinggi, beberapa diantaranya memakan buah-buahan tetapi ada juga yang memakan serangga dan menghisap madu. Untuk terbang dan mencari makanannya kelelawar dilengkapi dengan sepasang sayap. Kelelawar tidur pada siang hari dan aktif mencari makan pada malam hari, atau bisa disebut sebagai hewan nocturnal. Bagaimana kelelawar terbang dan mencari makanan justru pada saat malam hari dimana kondisi lingkungan kurang cahaya atau gelap? meski memiliki indera penglihatan, kelelawar tidak menggunakannya pada saat terbang di malam hari. Kelelawar mempunyai kemampuan ekolokasi yakni kemampuan menentukan posisi benda dengan memancarkan gelombang suara dan menangkap suara yang terpantul dari benda tersebut. Kelelawar mempunyai kemampuan mengeluarkan gelombang ultrasonik dan   memiliki kemampuan pendengaran yang tajam, apabila kedua kemampuan ini digabungkan maka kelelawar mampu mengamati kondisi lingkungan sekitarnya dengan jelas meski pada kondisi gelap sekalipun. Dengan memanfaatkan pendengaran yang tajam, maka pantulan gelombang suara ultrasonik yang dilepaskannya, kelelawar dapat memperkirakan kondisi lingkungannya, menghindari rintangan saat terbang dan serangga di malam hari. Selain itu kelelawar juga memiliki indera penciuman yang tajam sehingga mampu menentukan buah yang sudah masak atau belum. Wah cara kerja kelelawar mirip radar yaa?



Cicak
Pasti kalian sudah pernah melihat cicak kan? Cicak biasa kita temui merayap di dinding rumah kita dan merayap di pohon-pohon. Cicak diberi kemampuan untuk dapat merayap dan berjalan di dinding, di langit-langit rumah, di pohon  bahkan dengan posisi terbalik sekalipun. Cicak mempunyai telapak kaki yang bergaris garis yang mirip karet dan lengket.  Dengan demikian cicak dapat mencengkeram pori-pori tembok, pohon, atap rumah, atau langit-langit sehingga tidak terjatuh saat merayap dan berjalan. Dengan memiliki kemampuan merayap di dinding dengan baik maka memudahkan cicak mencari mangsa yaitui serangga yang hinggap atau mendekat di dinding. Selain itu cicak juga dilengkapi dengan kemampuan unik yaitu autotomi yakni dapat memutuskan ekornya dengan sengaja. Pada saat bertemu mangsanya cicak memutuskan ekornya, dan cicak segera lari menghindari musuhnya. Musuh akan tertipu mengira ekor tadi adalah cicak karena ekornya bergerak-gerak. Maka selamatlah cicak tersebut dari kejaran mangsanya. Pada saatnya ekor cicak dapat tumbuh kembali.


Bebek
Bebek biasa mencari makanan di daerah yang berlumpur dan berair. Makanan bebek adalah cacing dan ikan-ikan kecil serta udang. Untuk itu bebek memiliki kemampuan untuk berjalan di atas Lumpur serta berenang di air. Bebek memiliki selaput di kakinya sehingga memudahkan bebek untuk berjalan di atas lumpur, serta berguna pada saat berenang di air. Selaput tadi dapat menahan beban bebek pada saat berjalan di lumpur sehingga kakinya tidak tenggelam ke lumpur (cara kerjanya mirip sepatu orang Eskimo pada saat berjalan di atas salju), serta berfungsi mirip dayung pada saat berenang. Agar badannya tidak mudah basah pada saat berenang di air, bulu bebek juga mengandung minyak. Bebek juga memiliki paruh yang agak panjang dan lebar pada bagian ujungnya untuk memudahkan mencari makanan di Lumpur. 

Unta
 Unta merupakan hewan padang pasir yang unik. Tubuh unta memiliki kemampuan agar dapat bertahan di kondisi alam paling panas. Unta dapat dapat hidup berhari-hari tanpa makanan dan minum air. Unta mempunyai kemampuan menyimpan cadangan makan di punuk yaitu gundukan lemak yang terletak di punggung unta sehingga unta mampu bertahan hidup sekitar 3 minggu tanpa air. Untuk mencegah debu yang masuk ke mata, unta juga memiliki sistem pengaitan pada bulu matanya, begitu juga hidung dan telinganya juga ditutupi bulu yang panjang agar terlindung dari debu. Unta memiliki kaki yang kuat dan besar yang membantu dalam berjalan di pasir agar tidak terperosok, serta memiliki kulit tebal bagian di bawah kaki yang berguna untuk menahan panas.

Penguin
Umumnya penguin hidup di daerah kutub yang sangat dingin. Makan penguin adalah krill (sejenis kerang), ikan, cumi-cumi dan hewan air lainnya yang tertangkap ketika berenang di laut. Penguin dapat meminum air laut karena kalenjar supraorbital pada tubuhnya menyaring kelebihan garam laut dari aliran darah. Garam ini lalu dikeluarkan dalam bentuk cairan lewat saluran pernafasan penguin. Tubuh penguin sangat sesuai untuk berenang dan hidup di air. Sayapnya merupakan pendayung dan tidak mampu untuk terbang. Di daratan penguin menggunakan ekor dan sayapnya untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan. Setiap penguin memiliki warna putih di sebelah dalam tubuhnya dan warna gelap (biasanya hitam) di sebelah luar tubuh yang berguna untuk kamuflase terhadap pemangsa. Singa laut yang merupakan pemangsa penguin akan kesulitan melihat penguin dari dalam air karena perutnya yang berwarna putih bercampur pantulan permukaan air laut. Sedangkan punggung yang gelap menyamarkan penguin dari pandangan hewan pemangsa di atas air. Penguin dapat bertahan hidup di daerah yang sangat dingin karena tubuhnya dilapisi bulu yang tebal dan tahan air, serta tubuhnya mengandung lemak untuk menahan hawa dingin, itulah sebabnya penguin harus selalu banyak makan ikan agar tubuhnya menghasilkan lemak yang banyak.

Paus (mamalia air)
Banyak yang salah persepsi ketika menyebutkan binatang ini. Meskipun tempat hidup mereka di air, bukan termasuk ikan (pisces) melainkan mamalia. Begitu juga dengan lumba-lumba. Paus dan lumba-lumba bernafas dengan paru-paru seperti mamalia yang lain. Untuk itu coba perhatikan tingkah laku paus dan lumba-lumba pada saat berenang di air. Paus dan lumba-lumba sesekali berenang ke permukaan air untuk menghirup udara.

7. Bunglon.
Adik-adik yang belum pernah melihat bunglon klik di sini. Bunglon kerap ditemukan di semak-semak, pohon peneduh di kebun dan pekarangan. Sering kita ketahui terjatuh dari pohon  ketika mengejar hewan yang menjadi mangsanya, namun dengan segera berlari menuju pohon terdekat. Reptil ini memangsa berbagai serangga yang dijumpainya: kupu-kupu, capung, lalat, belalang, dll. Untuk mengelabui mangsa, bunglon berdiam diri di pucuk pepohonan atau mendekat di dedaunan, pemangsa akan tidak mengetahui keberadaan bunglon karena warna kulitnya menyerupai warna dedaunan di sekitarnya. Sebagai anggota suku Agamidae, induk bunglon menggali tanah dengan menggunakan moncongnya untuk meletakkan telur. Kulit telurnya lentur, agak liat berwarna putih. Saat bunglon terancam pemangsanya, bunglon akan mengubah warna kulitnya menjadi sama dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan atau berkamuflase. Fungsi penyamaran  atau kamuflase seperti ini disebut mimikri.

Gurita
Gurita adalah hewan moluska dari kelas chepalopoda (kaki hewan terletak di kepala). Gurita memiliki 8 lengan dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan gurita merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang atau tulang rangka luar. Gurita tidak memiliki cangkang sebagai pelindung di bagian luar. Paruh adalah bagian terkeras dari tubuh gurita yang digunakan sebagai rahang untuk membunuh mangsa dan menggigitnya menjadi bagian-bagian kecil. Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray. Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan. Gurita berwarna abu-abu pucat atau putih, tapi warna kulit bisa diubah sesuai warna dan pola lingkungan sekitar dengan maksud melakukan kamuflase (penyamaran). Kulit gurita mengandung kromatofora yang berupa lapisan dengan kantung pewarna yang lentur dan bisa berubah warna.

Ikan Gabus
Ikan gabus biasa didapati di danau, sungai, rawa, dan saluran-saluran air hingga ke sawa-sawah. Ikan ini merupakan ikan buas dengan memangsa ikan kecil, serangga, dan hewan air lain termasuk berudu dan kodok. Seringkali ikan gabus ini  memasuki kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama bagi ikan-ikan peliharaan di kolam. Jika air di sawah, kolam atau parit mengering, ikan gabus berusaha pindah ke tempat lain, atau bila keadaan memaksa, ikan gabus akan mengubur dirinya di lumpur sampai tempat itu kembali terisi air. Oleh sebab itu ikan ditemui seakan-akan  berjalan di daratan, khususnya pada malam hari di musim kemarau, berusaha mencari tempat lain yang masih berair. Ikan gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin sehingga dapat mengambil udara langsung dari udara bebas. Sehingga dapat bernafas meski tidak berada di air.

Nah, mungkin kalian bisa menambahkan ciri-ciri khusus hewan yang lain.

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan berdiskusi dengan menulis pada komentar di bawah ini, terima kasih sebelumnya...